Sejarah Desa

Nama Jipang diambil dari nama tempat dan jabatan seorang tokoh, yaitu Arya Penangsang, seorang Adipati ‘Jipang’ Panolan. Konon pada masa Kesultanan Demak, ketika Sultan Trenggana (Raja Demak) turun tahta, terdapat perselisihan pendapat. Pendapat pertama meyakini bahwa yang berhak meneruskan tahta kerajaan adalah dari keturunan Kesultanan Demak Bintoro, yaitu Adipati Jipang Panolan, yang bernama Arya Penangsang. Tetapi ternyata yang diangkat sebagai Raja adalah Sultan Hadiwijoyo (Joko Tingkir), seorang anak angkat dari Ki Kebo Kenongo dari wilayah Pengging. Arya Penangsang merasa kecewa atas kejadian tersebut, sehingga dia pergi mengembara, hingga sampai pada suatu wilayah hutan belantara. Dia bertapa, dan bermaksud untuk merebut kekuasaan Demak. Pada saat berada di hutan tersebut, dia memerintahkan kepada dua sahabatnya, yaitu Kaki Keras dan Nini Keras, untuk membuka wilayah (babad alas) hutan itu, dan menamakan daerah tersebut dengan ‘Jipang’.